(Jangan) Masuk Farmasi

Jadi gini ceritanya.

Blog ini sendiri gue buat bedasarkan pengalaman gue kira-kira satu setengah tahun yang lalu.

Somehow, gue tersesat masuk Fakultas Farmasi di salah satu perguruan tinggi ‘ternama’ (hazeekk,amin ya Allah) di Indonesia.

Sekilas berita aja ya, gak pernah sekalipun terlintas dalam 17 tahun hidup gue, untuk kuliah di farmasi. Dalam bayangan gue, farmasi tuh tempatnya mbak-mbak rajin berkacamata menuntut ilmu, melewati hari ditemani lapisan buku dan praktikum. *bentar, eh iya apa yak? Perasaan gue gak pernah mikirin jurusan ini bahkan -> no offense, sebenernya emang gue jarang mikirin hidup gue ahahaha.

Intinya, gue pikir farmasi itu sesuatu(gak-gue)banget lah.

Tapi di detik-detik terakhir hidup gue, Tuhan mengarahkan gue ke arah farmasi.
Sebenernya awalnya gue mau masuk kedokteran (kalo lo masuk farmasi, alasan ini super klise banget). Gue apply ke salah satu universitas ternama-yang lain, dan gue gagal. Men, gue diterima di kedokteran giginya. Banyak orang yg menyayangkan kenapa gak gue ambil aja, tapi ASAL lo tau aja fkg itu mahal kali dan gue sebagai anak tidak bergigi bagus ya rada tengsin juga kalo ngambil fkg.
^alasan maksanya.

Alasan benernya adalah, gue sakit hati ditolak. Sakiiiiittt, kayak lo sariawan terus ditaburi garam *oke mungkin ini gak valid sebagai perandaian, tapi sumpah sakit bed. Bayangin dong kalo lo masuk fkg dan ada temen lo di fk, lo bakal tiap hari ngeliat mereka belajar di fk sementara lo cuma bisa ngeliatin doang. Dan itu parahnya, ‘ngeliatin’ karena secara geografis, fakultas lo sebelahan.

Dengan alasan sekonyol itu, gue milih farmasi. Kenapa farmasi? Ya pokoknya waktu itu gue daftar-daftar aja kan, dan berhubung gue daftarnya di Perguruan Tinggi berbasis teknik dan gue gak suka fisika, pilihan pertama gue langsung farmasi yang gue pikir PHYSICS-FREE lah ya. Dan pengumuman ini dateng duluan daripada pengumuman fkg menyakitkan itu, jadi langsung aja deh begitu gagal gue terima. Karena simply, universitas itu gak menolak gue.
^super bego 2010.

Dan, setelah gue sadari gue bakal stay di farmasi (EMPAT tahun kira-kira) dan since farmasi itu keprofesian (berarti bakal seumur hidup gue jalani) -> gue nangis bombay. Meennn, hidup gue, masa muda gue…

Anyhow, ceritanya beberapa bulan sebelum hari pertama masuk kuliah, gue coba research tentang farmasi gitu deh. Siapa tahu banyak pengalaman menarik yang bikin gue ceria menghadapi hidup. Dan gue bisa berpikir bahwa FARMASI gak seburuk itu.

Ternyataa…
Yang ditulisin orang-orang itu cerita duka gulana mahasiswa farmasi yang layak muat di oh mama oh papa.
Kalo gak percaya, coba google sendiri ya, yang ada tuh wejangan-wejangan tolak bala supaya terhindar dari masuk farmasi.
Fakta-fakta farmasi kayak doyan ke(lab)ing, miskin kaum pria, gak ada waktu luang, dan lain-lain[sensored].

Ya Allah, apa salah gue? *Nangis bombay lagi.

Jadi begitulah keterpurukan hidup gue di awal-awal menjajaki farmasi.
Nah ceritanya lagi ya, gue pengen ngerasain masuk farmasi ‘beneran’, jadi gue bisa komentar secara ‘beneran’ juga. Biar kalau ada anak galau masuk farmasi, gue bisa menghibur dia dan menguatkan dia, “Nak, kamu masih bisa tetap hidup kok di farmasi. Apa? Bakalan di lab terus? Oh nggak kok, masih bisa tidur kira-kira 3 jam sehari lah. Makan? Ah 4 hari gak makan masih bisa hidup kan…”
^haha. exaggerating.

Begitulah saudara-saudara. Nah berhubung oh berhubung gue udah mencapai semester ketiga, logikanya secara mental gue udah siap mendefenisikan apa dan bagaimana menjadi mahasiswa farmasi -versi gua.

Ebuset, gue curcol kebanyakan yak (ini mah gak colongan lagi tapi berniatan). Pesan moral dari cerita gue adalah, dalam menentukan pilihan lo emang perlu perasaan, tapi jangan gunakan perasaan doang, pake pikiran juga. Masa depan lo harus diperhitungkan dengan matang.

Satu lagi, kalo lo punya tujuan kejar terus jangan menyerah, jangan putus asa karena sekali ditolak saudaraku.
*Buat yang mau lulus SMA semangat yow 🙂 Salam gaul.

Advertisements

Hello world![Finally]

Akhirnya…

Berhubung ini posting pertama gue,emang aneh banget kalau gue mulai dengan kata ‘akhirnya’,
TAPI
perjuangan merintis blog adalah sebuah pencapaian buat gue menimbang kemalasan dan kesibukan gue akhir-akhir ini.
MAKA
~celebration~ahay

Ya, ya, intinya gue berhasil membuat blog, meeenn, impian masa kecil gue banget. ~sentimentil
After All, Hello World! *agak aneh kenapa first post wordpress judulnya beginian yak, berasa anak cupu yang baru mengenal dunia ahaha.

#case closed.