Me and The-so-called-pharmacy-students-life

Sebagai seorang yang hidup santai-santai dan lazy-born a.k.a malas bawaan lahir *alasan, masuk ke fakultas farmasi adalah sebuah gambling. Pertaruhan penuh resiko. Kecuali lo mau berubah, lo gak mungkin lulus, kecuali dengan belas kasihan jika dan hanya jika dosen farmasi lo memang berbelas kasih.

Di tahun pertama gue kuliah, gue menghadapi tahap persiapan bersama, yang artinya gue belajar pelajaran-pelajaran SMA semacam matrikulasi begitu. Tahun pertama itu hidup penuh kebahagiaan. Lo bisa bergerak aktif sebagai remaja, ikut kegiatan ini, ikut kegiatan itu. Lo masih bisa lulus walaupun baru inget belajar sehari sebelum UTS. SKS cuma 18. Dosen penuh kebijakan, atau dalam konteks tertentu, ketidakpedulian. Lo belajar hal yang sama dengan teman-teman di fakultas lain, sehingga kalau ngobrol-ngobrol, seenggaknya masih nyambung. UTS juga waktunya sama. Keteraturan hidup, itu mungkin istilah yang tepat untuk menggambarkan tahapan tersebut.

Berlanjut ke tingkat 2. Well, sejujurnya sih gue gak kaget-kaget banget. Hidup memang terus berpacu. Gue ambil 22 SKS, lebih berat memang tampaknya; tapi 2 SKS agama dan 2 SKS PKn, semacam pelajaran hura-hura mungkin. Pelajaran farmasi yang gue dapet semester ini, antara lain:

Botani Farmasi

Kimia Organik

Anatomi Fisiologi Manusia I

Farmasi Fisika I

Mikrobiologi Farmasi

Analisis Farmasi Anorganik

Berhubung gue ini anak biologi, gue bisa melalui semester ini dengan lancar. Walau memang farmasi bikin bosen dan capek kadang-kadang hingga gue memutuskan untuk cabut kuliah *please don’t try this at college. Praktikum sesungguhnya 4 mata pelajaran, tapi 2 hanya dilangsungkan 2 kali seminggu, jadi istilahnya mah tetep 3 x seminggu. Pengetahuan gue tentang biologi (yang sebenernya terlalu dangkal untuk orang yg berkecimpung hampir 3 tahun di dalamnya) membuat gue masih bisa menarik perhatian dunia pergaulan.

Semester 3 yang usai, berganti semester baru. Pelajaran gue semester ini:

Mikrobiologi Analisis

Anatomi Fisiologi Manusia II

Farmakognosi Umum

Farmasi Fisika II

Statistika Farmasi

Dasar-dasar Sintesis Obat

Patofisiologi

Farmasi Lingkungan

Emang cuma 20 SKS, lebih dikit dari semester lalu. TAPI, capek gila. Gue praktikum 3x seminggu, dari jam 1 siang dan semuanya hampir selalu selesai jam 6 kurang, bikin sholat ashar selalu mepet ama maghrib. Bikin gue lari-lari ke musholla terdekat buat sholat, dan kadang sampe lupa lepas jaslab.Semua mata kuliah mulai caper, pengen diperhatiin, pengen membuat gue memprioritaskan mereka seolah-olah gue cuma ngambil mata kuliah itu doang. Persiapan praktikum, bikin laporan, diskusi a.k.a asistensi, ngerjain tugas. Bikin aja seolah-olah 24 jam itu masih kurang. Woy, emang hidup gue kuliah doang? Gue juga punya kehidupan lain, begitu hati kecil gue berbicara.

Ah iya, dosen. Seperti main game adventure, gue dihadapkan sama dosen-dosen baik dulu. Sekarang gue dihadapkan pada dosen-dosen dengan arogansi dan sensitivitas tinggi, dosen jenius dan rajin, yang sedihnya juga mengharapkan gue sebagai mahasiswa punya kualifikasi  sama seperti mereka. HOW ON EARTH?

Gue gak bisa lagi telat kalo kuliah jam 7, gak bisa lagi sembarangan cabut sesuka gue karena bisa-bisa gak dibolehin UTS. Gak bisa lagi nyantai-nyantai dapet ikan kayak mancing, karena sekarang gue dibombardir dengan pelajaran FISIKA dan KIMIA yang kapasitas gue menguasainya adalah limit mendekati nol.

Gue berpikir seperti itu. Berpikir dengan cara pandang konyol kayak gitu. membuat gue seolah-olah orang termalang di seluruh dunia. Membuat gue yang mengambil kegiatan lain di sela-sela kuliah seolah-olah heroik karena bisa mengatur waktu antara kuliah dengan nonakademik.

Padahal, kalau saja gue gak berpikir cengeng, orang-orang di sekitar gue gak mengeluh. Anak-anak farmasi lain tuh tetep struggling. Ngejar impian mereka dan mereka mampu. Apply international conference, Model United Nation, ikut lomba farmasi sampai lomba non kefarmasian, aktif di unit dan kemahasiswaan terpusat. Kalau jeli, mereka juga bisa dan sesungguhnya gue belum melakukan hal yang cukup.

Menjadi mahasiswa farmasi, membuat gue sadar kalo kita emang berbeda. Kita dipacu berpikir terus dalam konteks baku. Belajar bahwa tidak ada toleransi dalam tiap kesalahan, karena segelintir cacat bisa berbuah kematian. Sekedar alpa bisa membahayakan orang lain. karena kita adalah mahasiswa farmasi, yang bergerak untuk pengabdian pada masyarakat. karena kita memproduksi obat.

Gue juga belajar, ada banyak bidang ilmu yang harus gue kuasai. Gue belajar biologi, kimia, fisika, psikologi, tata tulis, bahkan sampe kewirausahaan. Kalau cerdas, harusnya gue bisa berpikir secara holistik. Gue harusnya bisa lebih ktitis.

Jadi anak farmasi, gue belajar bergelut dalam kehidupan. Gue belajar kita harus berusaha lebih dibandingkan orang lain untuk menggapai sesuatu karena kita gak punya waktu. Kita belajar untuk lebih mendengar untuk bisa tau. Belajar lebih peduli untuk bisa mengerti.

Ada kalanya memang, kesulitan ini membuat orang menyerah. Ya udah, gue jadi anak farmasi yang baik aja, rajin belajar, lulus tepat waktu. Tapi entah mengapa, gue merasa itu adalah pikiran yang salah. Baiklah, hidup memang pilihan tapi ketika lo bisa memberi manfaat lebih, kenapa nggak?

Sekarang, gue emang ga ngerti lagi cara mengatur hidup gue. Kamar berantakan, kapal pecah bener-bener secara definitif karena gue stress dengan keteraturan dan hanya ingin membiarkannya berantakan. Jam biologis gue berubah, gue jadi lebih nokturnal. Makan gak teratur, yang ironis karena menurut pandangan gue, kita yang mahasiswa kesehatan malah bikin jadi gak sehat. Kalau ada tugas organisasi akhirnya selalu ngedeadline, selalu buru-buru.

Tapi gue bahagia kok. Karena gue melalu hidup penuh perjuangan yang gak dialami sama semua orang. Karena gue mencicipi kehidupan penuh tantangan, penuh perang pemikiran.

Karena gue bisa bertahan dalam kehidupan gue sebagai mahasiswa farmasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s